BREAKING NEWS

Ayah Kehilangan Pekerjaan, Dua Anak Putus Sekolah, Harapan Datang Lewat Sekolah Rakyat

Pejuang Hak172 CIREBON– Himpitan ekonomi membuat sebuah keluarga di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, harus menghadapi kenyataan pahit. Setelah sang ayah kehilangan pekerjaan akibat pengurangan karyawan, dua anak mereka terpaksa menghentikan pendidikan karena keterbatasan biaya.

Keluarga Masduki (39) dan Nur Halimah (34) tinggal di rumah sederhana yang kondisinya memprihatinkan. Sebagian atap rumah telah ambruk, rangka bambu lapuk menggantung, dinding mengelupas, dan genting berserakan di dalam rumah. Kondisi tersebut menjadi saksi beratnya perjuangan keluarga itu mempertahankan kehidupan.

Di tengah keterbatasan tersebut, anak sulung mereka, Velistya Kanza Ayunda (13), sudah enam bulan tidak bersekolah. Selama itu, ia menghabiskan waktu membantu ibunya di rumah dan bermain di lingkungan sekitar.

Meski sempat kehilangan kesempatan belajar, Velistya mengaku senang saat mendapat tawaran mengikuti program Sekolah Rakyat.

"Senang," ujarnya singkat.

Di balik kondisi ekonomi yang sulit, Velistya tetap menyimpan cita-cita menjadi seorang guru agar kelak dapat membahagiakan kedua orang tuanya.

"Mau jadi guru, membahagiakan orang tua," katanya.

Nur Halimah mengaku sempat menolak tawaran mengikuti Sekolah Rakyat. Sebagai seorang ibu, ia diliputi kekhawatiran setelah mendengar berbagai informasi yang menyebut anak-anak di sekolah tersebut berpotensi mengalami perundungan dan masa depannya tidak terjamin.

"Katanya nanti di sananya anak-anaknya di-bully. Jadi ya seorang ibu gimana ya, jadi khawatir sedikit," tuturnya.

Namun, setelah mendapatkan penjelasan dari petugas Program Keluarga Harapan (PKH), Nur Halimah akhirnya memahami tujuan program tersebut dan menerima kesempatan agar anak-anaknya kembali memperoleh hak atas pendidikan.

Selain Velistya, adiknya, Raisya Meylani Nuraziah (9), juga sempat putus sekolah saat masih duduk di bangku kelas III SD.

Kisah keluarga ini menjadi gambaran bahwa kemiskinan masih menjadi salah satu penyebab anak kehilangan akses pendidikan. Melalui program Sekolah Rakyat, harapan baru pun mulai tumbuh agar kedua anak tersebut dapat kembali belajar dan mengejar cita-cita mereka.


Liputan: Solid muhidin

Editing: Syamsia siti