BREAKING NEWS

Pertamina Bina Operator SPBU Parepare Usai Viral Cekcok Sopir Truk Soal Solar Subsidi

PEJUANG Hak172 PAREPARE – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memberikan sanksi pembinaan kepada operator SPBU Jalan Ahmad Yani Kilometer 3, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, menyusul viralnya video perselisihan antara sopir truk dan petugas pengisian BBM subsidi jenis Biosolar.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan manajemen SPBU untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan sesuai standar operasional.

"Pertamina telah memberikan pembinaan kepada operator SPBU agar pelayanan kepada masyarakat dilakukan secara komunikatif, profesional, dan sesuai standar operasional yang berlaku," ujar Lilik, Jumat (26/6/2026).

Pertamina juga membantah adanya praktik "pelanggan tetap" yang mendapat perlakuan khusus dalam penyaluran BBM subsidi. Menurut Lilik, yang dimaksud kemungkinan adalah konsumen reguler seperti perusahaan transportasi atau logistik yang telah memenuhi persyaratan administrasi.

"Pada prinsipnya tidak ada istilah maupun perlakuan khusus berupa pelanggan tetap dalam penyaluran BBM subsidi. Kemungkinan yang dimaksud adalah konsumen reguler," jelasnya.

Ia menegaskan, setiap konsumen tetap wajib memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku, termasuk memiliki dokumen yang sah dan terdaftar dalam program Subsidi Tepat apabila dipersyaratkan.

Meski demikian, Pertamina memastikan akan menindak tegas apabila ditemukan adanya diskriminasi pelayanan maupun penyimpangan dalam penyaluran BBM subsidi.

"Jika dalam proses pengawasan ditemukan perlakuan khusus atau penyaluran yang tidak sesuai ketentuan, Pertamina akan melakukan pemeriksaan. Apabila terbukti terjadi pelanggaran, sanksi akan diberikan kepada lembaga penyalur, mulai dari pembinaan hingga sanksi administratif sesuai tingkat pelanggaran," tegas Lilik.

Kronologi Perselisihan

Perselisihan terjadi pada Rabu (24/6/2026) dan melibatkan sopir truk bernama Ardi dengan petugas SPBU. Video pertengkaran tersebut kemudian viral di media sosial.

Ardi mengaku telah mengantre sejak pagi untuk mendapatkan Solar subsidi. Namun, saat gilirannya tiba, petugas menghentikan pengisian dengan alasan stok Solar telah habis.

Merasa kecewa, Ardi meninggalkan lokasi. Tidak lama kemudian ia memperoleh informasi bahwa pengisian Solar kembali dilakukan di SPBU tersebut.

Saat kembali ke lokasi, Ardi mengaku kembali ditolak dengan alasan pengisian diperuntukkan bagi "langganan". Pernyataan itulah yang memicu emosinya hingga ia merekam aktivitas pengisian BBM.

Menurut Ardi, tindakannya merekam justru memicu keributan dan berujung pada dugaan tindakan fisik terhadap keluarganya.

Penjelasan Pihak SPBU

Operator SPBU Ahmad Yani Parepare, Umi Suardi, membenarkan adanya perselisihan tersebut.

Menurutnya, kendaraan yang tetap dilayani saat itu merupakan kendaraan operasional perusahaan seperti Wings, Abadi, dan pengangkut LPG yang selama ini menjadi konsumen reguler SPBU.

Ia menjelaskan, sisa stok Solar dialokasikan untuk kendaraan operasional tersebut sehingga sopir truk diminta kembali melakukan pengisian pada hari berikutnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik dan mendorong Pertamina untuk memperketat pengawasan agar distribusi BBM subsidi berlangsung adil, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Liputan: A. M. A

Editing: Syamsia siti